Jun 05

Mendalami Kapasitas Kekayaan Ternak Asli Indonesia

Saban hari, setiap individu niscaya memerlukan pangan untuk sumber energi untuk tubuh.

Sumber energi tersebut dapat bersumber dari tumbuhan maupun hewan ternak.

Tanaman merupakan sumber vitamin, sedangkan binatang ternak menjadi sumber mineral, lemak dan protein.

Sumber konsumsi yang berasal dari hewan ternak bisa diperoleh dengan dua cara. Pertama konsumen memesan binatang ternak ataupun daging yang dipasarkan di pasaran. Kedua, konsumen menernakan hewan ternak yang kelak disembelih guna dikonsumsi sendiri.

Ternak Nasional Indonesia

Dari bermacam-macam bentuk kambing yang berada di negara kita, kambing kacang merupakan tipe kambing orisinil dari Indonesia.

Ciri kambing kacang yang gampang dikenali adalah corak fisiknya yang kecil, juga mekanisme pembiasaan yang mudah dengan kompleks disekitarnya.

Terkecuali kambing kacang, kita juga memiliki kambing etawa yang didatangkan langsung melalui India guna dimanfaatkan daging dan susunya.

Awal Mula sapi di negara kita ialah Banteng dan dalam bahasa latin disebut dengan Bos Sundaicus, yang saat ini adalah satu dari beberapa hewan langka dan hanya dapat ditemui di Ujung Kulon dan Pangandaran.

Di negara kita, spesies sapi yang biasa kita jumpai ialah Sapi Peranakan Ongole, Sapi Bali, Sapi Zebu atau Sapi Madura.

Kontribusi Peternakan di Indonesia

Selain memproduksi produk utama semacam susu, daging dan kulit, peternakan di Indonesia juga memegang kontribusi lain seperti :

Sumber Tenaga Kerja

Di sebagian daerah pelosok di negara kita, masih terdapat masyarakat yang menerapkan mekanisme lama pada saat mengerjakan lahan dan kebun, yakni dengan memakai tenaga sapi atau kerbau guna membajak sawah.

Sapi dimanfaatkan untuk menggarap lahan yang dangkal sebaliknya kerbau digunakan untuk menggarap lahan berlumpur yang dalam.

Pemanfaatan Limbah Perkebunan dan Limbah UKM Rumahan

Limbah pertanian seperti jerami serta bongkol jagung, dapat dimanfaatkan untuk makanan ternak. Begitu juga dengan limbah UKM rumahan seperti onggok singkong, bungkil kedelai atau ampas tahu.

Menekan Jumlah Pengangguran

Usaha peternakan dapat menyediakan lowongan pekerjaan baru baik sebagai pemelihara maupun menjadi pekerja.

Penyebaran Peternakan di Indonesia

Dengan kekayaan alam yang kita miliki, Indonesia bahwasanya mampu secara swasembada guna memenuhi permintaan daging dalam negeri.

Metode pengelolaan dan harga, adalah 2 unsur mendasar, mengapa sampai saat ini, kita masih membeli daging dari Australia, sedangkan daerah persebaran peternakan di Indonesia sudah besar.

Berikut ini ialah daerah persebaran peternakan di Indonesia :

Sapi

Daerah dengan jumlah peternakan sapi terbesar di Indonesia yaitu tanah jawa dengan persentase lebih dari 50% kemudian ada Nusa Tenggara, Bali, Sulawesi Selatan, Maluku dan Kalimantan.

Di pulau Jawa, biasanya, sapi dipiara di dalam kandang dan diberi makan dalam tempat yang sudah dipersiapkan. Berbeda halnya dengan perawatan sapi di Sulawesi Selatan atau Nusa Tenggara, dimana kedua wilayah tersebut mempunyai sabana yang luas.

Kerbau

Pulau jawa masih berperan sebagai penyokong peternakan kerbau terbanyak di Indonesia, kemudian ada tanah Sumatera dan Sulawesi Selatan. Wilayah lain sebagaimana Papua, Maluku dan Kalimantan, masih langka ditemui peternakan kerbau disana.

Kuda

Nusa Tenggara menjadi wilayah dengan peternakan kuda terbanyak di Indonesia, lantaran di daerah tersebut mudah diperoleh padang rumput yang luas, jadi sangat tepat ketika dipakai untuk mengembangkan peternakan kuda.

Kuda sandel adalah kuda yang masyhur di wilayah Nusa Tenggara sebab mempunyai tenaga yang kuat dan kerangka fisik yang kekar. Kuda ini mudah ditemukan di peternakan di daerah Sumba.

Terkecuali kuda sandel, negara kita juga mempunyai kuda Makassar asli dari Sulawesi, dan kuda Batak yang berasal dari Sumatera.

Domba serta Kambing

Maduran dan Jawa ialah wilayah peternakan kambing serta domba terbanyak di negara kita, selanjutnya terdapat Nusa Tenggara, Bali, dan Sulawesi. Maluku, Kalimantan dan Papua menduduki peringkat terbawah dalam persentasi peternakan kambing di Indonesia.

Ayam Kampung

Pelestarian ayam kampung di tanah Jawa, terlebih di dusun, hampir dilaksanakan oleh mayoritas masyarakat meskipun dalam jumlah kecil.

membudidayakan ayam kampung digeluti sebagai kegiatan tambahan lantaran prosedur pembudidayaannya yang terbilang cukup simpel, yakni dengan memberi makan di saat pagi serta senja, lalu membebaskannya di waktu siang, untuk berburu pakan di pekarangan. Dan di waktu sore, sehabis diberi pakan, ayam dimasukan ke dalam kandang.

Pemeliharaan Ternak di Indonesia

Sekarang kita hendak menjelaskan 3 tipe pemeliharaan ternak di negara kita, yakni :

Sapi Potong

Di Indonesia, sistem budidaya sapi secara umum dapat dibagi menjadi dua, yaitu budidaya secara intensif serta semi intensif.

Pelestarian semi intensif adalah mekanisme pemeliharaan dimana tenaga serta jam kerja diri sendiri tidak kalkulasi sebagai modal pokok, sementara itu budidaya secara insentif mengikut sertakan tenaga sebagai anggaran usahanya.

Pada tahun dua ribu tujuh belas besaran populasi sapi potong di negara kita mencapai 16.599.247 ekor.

Sapi Perah

Pemelihara sapi di daerah rata-rata mengambil susu dengan cara lama menggunakan tangan untuk sesudahnya disetorkan ke KUD dan dijual ke industri pengolahan susu, sebaliknya diperoleh sebagian dari mereka yang memperdagangkan susu ke pelanggan secara langsung.

Pemelihara sapi dibawah naungan pabrik kebanyakan memerah susu memakai alat perah mutakhir yang telah dilengkapi dengan pendingin yang berfungsi untuk mempertahankan susu supaya tidak cepat bau karena bakteri.

Jumlah populasi sapi perah di Indonesia pada tahun 2017 sekitar 540.000 ekor

Kerbau

Di negara kita, kerbau difungsikan untuk 2 hal.

Pertama, kerbau difungsikan sebagai tenaga untuk membantu membajak sawah.

Kedua, kerbau dimanfaatkan daging serta susunya untuk dikonsumsi. Terbatas untuk pengambilan daging, umumnya kerbau yang telah sepuh yang dipotong disebabkan sudah tidak produktif lagi.

Tahun 2017, ada 1.395.191 jumlah persebaran kerbau di negara kita berdasarkan Dirjen Peternakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: